Tampilkan postingan dengan label Personalia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Personalia. Tampilkan semua postingan

30 Mei 2009

Sales Script Training

Anda menonton “Bosan Jadi Pegawai” yang ditayangkan Minggu, 24 Mei 2009 pukul 12.00 di TransTv? Yang menjadi perhatian saya adalah saat sang karyawan yang belum tahu mengenai seluk beluk mengenai produk (product knowledge) diminta untuk bertemu customer yang butuh informasi mengenai spesifikasi produk, waktu pelaksanaan order dan lain-lain. Kontan sang karyawan yang bercita-cita jadi entrepreneur tersebut tidak bisa memberikan penjelasan yang akurat dan akhirnya tidak terjadi deal antara calon konsumen dengan sang karyawan.

Dalam setiap proses penjualan pastikan sales mempunyai product knowledge yang mumpuni untuk menjelaskan produknya atau menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan calon konsumen. Beberapa perusahaan menyusun daftar pertanyaan dan jawaban yang sering diajukan yang lebih dikenal sebagai FAQ (Frequently Asked Question), ada pula yang sampai dijabarkan kedalam Sales Script. Sales Script disusun karena kegiatan tersebut dianggap rutin, maka sales dianggap harus secara otomatis menjwab pertanyaan-pertanyaan yang kerap diajukan dan sudah tahu jawabannya, tidak ada jeda waktu berfikir, sehingga sales dapat menyelesaikn permasalahan di lapangan dengan lancar dan mengalir begitu saja, walaupun sebenarnya telah disusun Sales Script-nya.

PT. Ayam Goreng Fatmawati Indonesia memandang perlu adany panduan mengenai hal ini, karena itu diperlukan tools yang efektif dan efisien untuk menyelesaikan negosiasi dan menutupnya dengan transaksi. Tools itu antara lain :

  • Product Knowledge, sebagai dasar pengetahuan mengenai produk dan jasa yang akan dijual.
  • Frequently Asked Question, sebagai short cut (jalan pintas) untuk menjawab pertanyaan customer, sehingga kita mempunyai jawaban atas pertanyaan yang belum ditanyakan customer.
  • Sales Script, untuk memperlancar komunikasi, meningkatkan nilai transaksi setiap kedatangan dan meningkatkan loyalitas customer.
Training Sales Script bagi seluruh karyawan restoran dan foodcourt Ayam Goreng Fatmawati telah dilaksanakan dengan sukses pada hari Rabu, 20 Mei 2009 di Ruang Training-Bantarjati, Kota Bogor.

SMS Center. +62 813 1917 8155

21 April 2009

Info Lowongan : Cook "Fatmawati Catering Service"

LOWONGAN KERJA
No : 16/AGFI-HRD/IV/2009
PT. Ayam Goreng Fatmawati Indonesia (PT. AGFI), sebuah Perusahaan yang bergerak dibidang Catering dan Franchise/Waralaba Restoran Masakan Tradisional dengan merek “Ayam Goreng Fatmawati” mengajak Anda untuk bergabung, sebagai :
COOK
Persyaratan :
  • Laki-laki atau perempuan
  • Pendidikan min. D3 dan sederajat
  • Hobby dan cakap memasak
  • Cekatan, kreatif dan Inovatif
  • Pekerja keras dan cekatan
  • Ditempatkan pada Divisi Catering
Tugas Utama :
Menyusun menu dan memperiapkan catering harian untuk 150 orang pada hari kerja, menghitung food cost dan menjadwalkan belanja harian.
Kirim Lamaran ke :
HRD & Training Manager PT. AGFI
Kinanti Office Lt. 2, Hotel Salak Bogor
Jl. Ir. H. Juanda No. 8 Bogor 16121
Tlp : 0251-8347 620 Fax : 0251-8347 608
Lamaran Paling lambat diterima
Tanggal 30 April 2008
SMS Center. +62 813 1917 8155

10 Februari 2009

Komunikasi Murah dengan Customer

Hermawan Kartajaya dalam "Marketing in Venus" pernah menulis bahwa konsumen di bumi ini sudah mulai emosional dalam menjatuhkan pilihan pada produk-produk kebutuhannya. Akhir tahun 2008 Hermawan Kartajaya berdasarkah hasil riset bersama tim-nya di MarkPlus menyimpulkan bahwa saat ini komsumen telah benar-benar emosional. Dalam "New Wave Marketing" Hermawan Kartajaya melukiskan bahwa saat ini setiap customer bisa mengekspresikan dirinya dengan sebebas-bebasnya. Pendapat ini didukung pula oleh Yuswohadi (masih dari MarkPlus) dalam bukunya "CROWD" yang menyatakan konsumen saat ini semakin narsis, semakin ingin dianggap beda, diperlakukan beda, punya jati diri sendiri, sehingga tidak bisa lagi dianggap sebagai trend, tetapi crowd.
Salah satu kebebasan berekspresi itu adalah melalui media internet. Siapa yang tidak kenal friendster, facebook, multiply, blogger, wordpress dll. Dalam media pertemanan, media mengekspresikan diri tersebut orang berlomba-lomba untuk menampilkan jatidirinya. Saya pengguna friendster dan multiply dan saya banyak mengunggah foto-foto saya ke dalamnya sebagai tanda bahwa ini loh tampang saya. Bahkan, supaya orang tahu bahwa saya pernah pergi ke luar negeri, segaja saya pasang foto saya saat diapit dua gadis Korea berbusana tradisional. Saya sudah sangat narsis.
Lalu, apa dampaknya bagi bisnis yang kita kelola, misalnya bisnis restoran yang saat ini saya geluti? Banyak sekali, pujian, review, komentar, saran, keluhan/complain dll banyak sekali yang tanpa tendeng aling-aling bahkan disampaikan dengan kalimat yang lugas di media internet. Semua seakan tanpa border, kejadian hari ini di restoran yang berada di Bali bisa langsung diketahui oleh pengguna internet di Jakarta misalnya.
Lalu, bagaimana bentuk ekspresi yang dikeluarkan oleh customer kita? Sangat beragam....Coba tilik beberapa halaman website berikut ini dan anda bisa menilai betapa powerfull media internet sebagai sarana propaganda kebaikan maupun keburukan dari banyaknya komentar.
1. Komentar customer AGF Teuku Umar Bali di sweetrabbit.wordpress.com/2009/01/15/ayam-goreng-fatmawati/,
2. Rekomendasi AGF Blok M Plaza di
http://elokdyah.multiply.com/reviews/item/9
3. Pengalaman service yang lama di AGF Ekalokasari Bogor di blog http://eljomblo.co.cc/hanugrah/5-sehat-6-bencana, dan masih banyak lagi yang lainnya

Adalah langkah yang sangat progresif yang dilakukan Pak Setiawan, franchisee Ayam Goreng Fatmawati dari Bali yang telah meluncurkan
http://fatmawati-bali.com (Terima kasih & Penghargaan untuk Pak Setiawan) sebagai salah satu media komunikasi dengan pelanggannya. Komunikasi dengan customer memang harus terus dikembangkan melalui media yang sangat murah ini (internet), walaupun di beberapa lokasi mungkin saya hanya sebagian kecil customer yang memiliki akses internet. Misalnya pada blog MyFatmawati (http://myfatmawati.blogspot.com/2008/11/menu-ayam-goreng-fatmawati-tak-ada_24.html) yang memuat cara mengkonsumsi Ayam Goreng Fatmawati dengan cara Kamu Sendiri. Disini kami memancing customer untuk membuat kreasi kombinasi menu mereka sendiri, dengan harapan agar mereka tidak bosan datang dan bersantap di Ayam Goreng Fatmawati. Bukankah ini "Diputer-Dijilat-Dicelupin" a'la Ayam Goreng Fatmawati dan cara melibatkan konsumen dalam proses bisnis itu sendiri?
Akhirnya apapun isinya, complain maupun bentuk kepuasan yang dicurahkan dalam internet ini, akan memudahkan kita sebagai pengelola untuk mengambil keputusan dan jalan terbaik bagi kepuasan konsumen.


Kinanti Office, Hotel Salak The Heritage Lt. 2
Jl. Ir. H. Juanda No. 8 Bogor 16121
Tlp. +62 251-8347 620 Fax. +62 251-8347 608
Call Center & SMS. +62 251-4784 895
marketing@fatmawati.com www.fatmawati.com

19 November 2008

Karyawan Salah

Dalam sebuah perusahaan selalu ada tiga jenis karyawan yaitu :Karyawan yang bisa diajak mikir oleh DireksiKaryawan yang bisa diberi tugas dan membantu Direksi atas kelancaran tugasnya. Karyawan yang jadi pikiran Direksi alias karyawan salah.

Karyawan yang bisa diajak mikir dan karyawan yang bisa diberi tugas dan membantu Direksi atas kelancaran tugasnya memang merupakan aset bagi perusahaan. Bagi perusahaan karyawan yang berprestasi ini layak mendapat bintang, ancungan jempol dan reward yang sesuai dengan kemampuan serta cash flow perusahaan.Mereka sangat memberi kontribusi kepada kelancaran operasional perusahaan dan pencapaian target tertentu.

Dalam suatu bincang-bincang beberapa waktu yang lalu ternyata karyawan yang membuat pusing adalah karyawan yang mau dikeluarkan tapi kadang dia tidak menyalahi aturan kepegawaian, tapi tak bisa diandalkan dan kalau dikasih tugas malah bikin pusing. Karyawan seperti ini sudah hilang semangatnya, jadi mau dididik seperti apa pun sudah berat sekali karena dia sendiri sudah tidak ingin berubah. Ciri-cirinya adalah karyawan yang malas, telat mikir, mementingkan kesenangannya sendiri, egoistis, kurang bertanggung jawab dan mengadalkan orang lain, diberi tugas malah balik memberi tugas ke rekan yang lain atau mengerjakan tugas gak sampai final.
Karyawan salah dapat ditinjau dari beragam perspektif. Arti salah disini dikaitkan dengan standar baku yang sudah ditetapkan perusahaan. Kalau terjadi penyimpangan maka artinya timbul kesalahan. Bisa dilihat dari pelaksanaan proses dan hasilnya. Juga bisa dilihat dari sisi perilaku atau sikapnya. Dan tentunya juga tingkat pengetahuannya. Ketika semua itu menjadi bahan obrolan maka apakah penilaian tersebut bisa diterima secara obyektif? Nanti dulu. Bisa jadi penilaian itu kental dengan unsur subyektif. Lebih banyak menggunakan unsur kesan ketimbang kondisi nyata. Padahal suatu penilaian tentang seseorang haruslah didukung fakta yang akurat. Suatu penilaian terhadap karyawan sebaiknya berdasarkan pendekatan intelektual ketimbang hanya intuisi. Lebih diterima berdasarkan rasional ketimbang emosional. Artinya jangan sampai suatu penilaian mengakibatkan sang karyawan langsung menjadi tertuduh. Ujung-ujungnya sang karyawan bisa sakit hati. Karyawan yang memang salah bukan berarti mutlak bahwa mereka sebagai orang-orang yang kurang bernilai ketimbang karyawan yang lain. Semuanya harus ditempatkan secara proporsional. Kesalahan mereka masih bisa diperbaiki. Implikasi untuk jawaban di atas adalah pertama, karyawan salah tidak ditentukan hanya oleh satu faktor saja. Karena itu pendekatan masalahnya harus berdasarkan faktor yang signifikan mempengaruhi timbulnya kesalahan karyawan. Kedua, setiap penilaian terhadap perfoma dan perilaku karyawan seharusnya dilakukan dengan seobyektif mungkin dan mempertimbangkan unsur manusiawi. Artinya perlu didukung fakta akurat dan terpercaya. Ketiga, mitos bahwa seorang pemimpin tidak pernah bersalah harus dibuang jauh-jauh. Kalau tidak disingkirkan akan menyebabkan timbulnya egosentrik dan kekuasaan mutlak dari manajer. Jangan sampai timbul kesan sebenarnya bukan karyawan yang salah tetapi karyawan yang disalahkan. Nendang kaki orang, sembunyi kaki sendiri. Padahal dalam dunia bisnis yang semakin modern sudah mulai diterapkan model partnership management. Karyawan dipandang sebagai rekan kerja ketimbang sebagai bawahan.
#@#@#@

Pustaka Diambil dari berbagai sumber

Kinanti Office, Hotel Salak The Heritage Lt. 2
Jl. Ir. H. Juanda No. 8 Bogor 16121
Tlp. +62 251-8347 620 Fax. +62 251-8347 608
Call Center & SMS. +62 251-4784 895
marketing@fatmawati.com www.fatmawati.com