Tampilkan postingan dengan label promosi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label promosi. Tampilkan semua postingan

28 Juli 2009

Order dari Ho Chi Minh City

Tadi malam, saya bersama dengan tim sales pulang malam. Lembur menyiapkan sales kit untuk besok. Belum sempat turun makan, jadi perut agak ‘keroncongan’. Tanggung, setelah selesai aja baru kita makan sate di samping kantor, pasti enak.

Printer terus bekerja sambil sesekali minta ditambah infus tintanya, kring…kring…..kring telponpun berdering. Ah…biasa, salah sambung sepertinya. Malam-malam begini ada telpon masuk. Atau mungkin salah pencet nomer ekstensi, karena memang kantor PT. AGFI berlokasi di Hotel Bintang Empat yang juga ada beberapa perusahaan berkantor disana.

Begitu diangkat, ohh…rupanya customer yang akan pesen lunchbox dan buffet di Puncak-Bogor. Seperti biasa, kami melayani dengan senang hati dan memberikan penjelasan. Kamipun minta data customer tersebut, dan beliau hanya memberikan alamat e-mail. Kemudian kami minta nomor yang bisa dihubungi dan beliau berkata “+84 XXX” Oops, darimana ini…Rupanya customer dari Vietnam (Belakangan kami ketahui setelah trace kode negara ke 108) ini sebelumnya berlabuh di blog ini sebelum menghubungi PT. AGFI untuk memesan lunch box dan buffet-nya saat beliau pulang ke Indonesia dan jalan-jalan ke Puncak Bogor.

Konsumen Ayam Goreng Fatmawati memang bisa darimana saja, apalagi setelah 3 tahun lalu kami membuka restoran di Central Stair Bandara Soekarno Hatta, praktis informasi mengenai Ayam Goreng Fatmawati untuk seluruh Indonesia semakin melebar. Ada Ibu Aprilya Afif yang berlangganan di AGF Maliobor Mall, ada Pak Aris; seorang dosen yang rela menunggu satu bulan sekali bersantap di AGF Bandung Supermal saat dapat jadwal pulang dari Medan, ada Muhammad Riviansyah; seorang atlet volly nasional yang gemar makan di AGF salah satu foodcourt di pusat perbelanjaan di Jakarta, Pak Erang; seorang entepreneur peternakan di Bandung yang menilai masakan Fatmawati jauh lebih lezat dibandingkan yang lainnya, bahkan ada customer yang tergiur saat melihat salah satu karyawan toko sedang bersantap begitu nikmatnya kemudian langsung memesannya di AGF Pasar Festival. Terima kasih para pelanggan, kami ada untuk Anda semua. Dan kami terus berupaya untuk memenuhi harapan Anda di Ayam Goreng Fatmawati.


SMS Center. +62 813 1917 8155

Aprilya Afif, Evangelist-nya Ayam Goreng Fatmawati?

Facebook adalah salah satu situs jejaring pertemanan yang saat ini paling digemari. Tak hanya bisa menghubungkan antara satu teman dengan teman yang lain, kerabat dengan saudara yang lain yang sudah lama tidak bertemu, tapi facebook sudah menjadi situs yang banyak digunakan sebagai media mengaktualisasi diri dan mempromosikan diri.

Barrack Obama adalah presiden yang dijuluki sebagai presiden pertama di era internet. Mengapa demikian? Karena tim sukses Obama benar-benar sukses memanfaatkan media internet untuk mengkampanyekan program-program yang diusung sang calon presiden AS. Bahkan Obama merekrut salah satu perintis Facebook untuk membuatkan dia account dan halaman website yang memungkinkan interaksi yang intens anatara masyarakat pendukungnya dengan Obama. Memang luar biasa….

Saya, sebagai admin fatmawati.com, merasa untuk menciptakan situs pertemanan semacam facebook memerlukan pengetahuan pemrograman yang sangat tinggi dan waktu yang lama. Alhasil, saya baru bisa memanfaatkan teknologi ini untuk mengkomunikasikan produk dan layanan yang ada di Ayam Goreng Fatmawati. Hasilnya, seperti posting sebelumnya mengenai Pak Aris, seorang customer yang sangat loyal. Yang rela menungu waktu sebulan sekedar untuk menikmati masakan Ayam Goreng Fatmawati di Bandung Supermal, setibanya dari perjalanan Medan-Soekarno Hatta-Bandung yang serba kebetulan bis angkutan Bandara Soekarno Hatta-Bandung berhenti tepat di depan Bandung Supermal.

Saat ini kami di-add oleh Ibu Aprilya, seorang customer Ayam Goreng Fatmawati di Jogjakarta, sehingga tercipta percakapan yang menandakan bahwa Ibu Aprilya ini adalah customer loyal Ayam Goreng Fatmawati. Rela mempromosikan Ayam Goreng Fatmawati, padahal kami (PT. Ayam Goreng Fatmawati Indonesia) tidak meminta beliau untuk melakukannya. Kami sangat berharap semakin banyak Ibu Aprilya-Ibu Aprilya yang lain dengan semakin puasnya karyawan terhadap apa yang diperolehnya di Ayam Goreng Fatmawati.

Terima kasih Ibu Aprilya atas kesetiaanya selama ini.


SMS Center. +62 813 1917 8155

12 Juni 2009

Medan-Bandung Dijajal, Demi Ayam Goreng Fatmawati

Petikan percakapan antara Admin Facebook Ayam Goreng Fatmawati (http://www.facebook.com/home.php#/profile.php?id=1752889818&ref=ts) dengan Pak Aris (http://www.facebook.com/profile.php?id=1602057115) yang tinggal di Medan.

* Aris : Aduh enaknya hidangan ayam goreng fatmawati… ya sabar menanti lah wong medan, ntar di Bandung ajala makan sepuas-puasnya
* Ayam :sering ke Bandung Pak?
* Aris : sebulan 1 x om
* Ayam :asyik dong pak, sebulan sekali mampir ke AGF di BSM, IP & BIP :) Kpn mulai coba Ayam Goreng Fatmawati Pak?
* Aris : lha emang.. klo turun dari Prima Jasa (Jurusan : Bandara Soekarno Hatta – Bandung, red) enaknya ya singgah dulu makan ayamgorengnya, kog pas gitu ya enaknya truz macem pake candu..
* Aris : slalu ketagihan, ayam goreng fatmawati tdk termasuk dalam salah
satu jenis Physicotropica kan?
* Ayam : hahahah…pastinya tdk dong….
* Ayam : trus klo pulang lg ke Medan, sblum masuk bandara, makan dl di central stair terminal 1A (Ayam Goreng Fatmawati lagi ya….?
* Aris : nah.. yang itu yang ga’ dilakui om, tapi bisa aja ntar jadi catatan diagenda he..he..
* Ayam : bisa tuh…, kan sblm ‘kecanduan’-nya dateng pas sebulan di Medan
* Aris : Ok.. bisa diatur om… selamat bekerja ya….
* Ayam : sama2 pak

Terima kasih Pak Aris atas setiap kunjungan dan santapan Pak Aris di Ayam Goreng Fatmawati di cabang manapun.


SMS Center. +62 813 1917 8155

30 Mei 2009

Ayam Goreng Fatmawati Review by The Foodster

We love fried chicken with hot white rice and recently there has been a lot of great Indonesian franchises offering this out there. Fatmawati is the latest in Indonesian restaurant chains, however this particular branch is run by a husband and wife team that is very proud of their food. And yes… you have to try the sup ekor here…
“Now take that kicap manis and squeeze some on the belinjo,” mmm… we are waiting for our food at Fatmawati and stuffing our faces with the keropok belinjo. There’s something addictive about these crackers, crunchy with a bitter edge and then with that dollop of sweet soy sauce… ‘berhantu’ as they call it. Anyway one of the main things you should really have here is the Sup Ekor or Sup Buntut. You can have it normal style in the soup, you can have it deep fried in batter (it’s a little like KFC batter) or you can have it barbecued. The last one, you can’t get it on the menu. Only people in the know, order this. So if you really want to sound like you know what you are talking about, get it barbecued or ‘bakar’.
With this order a side of Nasi Timbel. This rice comes wrapped up in banana leaf and it’s great. There’s not a lot of starch content so it falls in grains- what we call ‘ceroi’. This goes really well with the soup. As for the soup itself it is light but has a lot of flavour. Usually light sup ekor comes swimming in MSG to give it punch. But here they have their balance of flavours right with good marrying of ‘bumbu’ that brings out the flavour of the meat. They also add a bit of fresh tomatoes to get a sour edge to it that is different from Malay sup ekor which usually derives flavour from celery.
Now the barbecued oxtail comes on the side dripping with flavour. We reckon thay marinate it with kicap manis and some pepper and whack it on the grill so everything seeps deep in. The meat practically falls off the bones. We suspect they boil the meat first in the soup to render it soft before massaging the kicap in and then grilling it on a high flame. Both the barbecued and deep fried versions come on the side so that it does not disturb the subtlety of the soup. So you can eat it in relay, alternating mouthfuls of savoury soup with sweet oxtail meat and rice.

“The barbecued oxtail comes dripping with flavour”

They also have their own version of what is now the infamous ayam penyet. However, they use ayam kampung here so it’s smaller but a whole lot tastier. You can have it grilled or fried. We prefer the fried version because it’s not too oily and the chicken remains succulent. They also give a bit of crunchy ‘rempah’ with it. The side sambal that goes with it is killer and coupled with sweet kicap… damn…
We are starting to really get into Indonesian kicap manis. It just goes great with everything. If you ever get your hands on nasi goreng belacan with cilli padi just a spray of this kicap will take you into another level. Malaysians have nothing on Indonesians when it comes to kicap manis. Some do like the chicken grilled but this version has a very strong taste of coconut to it so we recommend the ayam goreng for first timers.

Over there they also have great set lunches. If you order the meals ala carte, you have to order the rice separately. Set lunches are fantastic value for money. For RM7.70 you can get the ayam kampung goreng with tempe, tauhu, soup, sambal and a drink. They also have Teh Botol here in a box and thick creamy avocado shakes.

FOODSTERS’ VREDICT
Pros:
Great bang for your buck
Cons: Service a bit erratic during busy times

Address: G-18, Jalan PJU 8/3, Bandar Damansara Perdana, 47820, Petaling Jaya – Malaysia
Telephone: 03- 77109158

Source : http://www.friedchillies.com/index.php/site/detail/ayam-goreng-fatmawati

SMS Center. +62 813 1917 8155

Sales Script Training

Anda menonton “Bosan Jadi Pegawai” yang ditayangkan Minggu, 24 Mei 2009 pukul 12.00 di TransTv? Yang menjadi perhatian saya adalah saat sang karyawan yang belum tahu mengenai seluk beluk mengenai produk (product knowledge) diminta untuk bertemu customer yang butuh informasi mengenai spesifikasi produk, waktu pelaksanaan order dan lain-lain. Kontan sang karyawan yang bercita-cita jadi entrepreneur tersebut tidak bisa memberikan penjelasan yang akurat dan akhirnya tidak terjadi deal antara calon konsumen dengan sang karyawan.

Dalam setiap proses penjualan pastikan sales mempunyai product knowledge yang mumpuni untuk menjelaskan produknya atau menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan calon konsumen. Beberapa perusahaan menyusun daftar pertanyaan dan jawaban yang sering diajukan yang lebih dikenal sebagai FAQ (Frequently Asked Question), ada pula yang sampai dijabarkan kedalam Sales Script. Sales Script disusun karena kegiatan tersebut dianggap rutin, maka sales dianggap harus secara otomatis menjwab pertanyaan-pertanyaan yang kerap diajukan dan sudah tahu jawabannya, tidak ada jeda waktu berfikir, sehingga sales dapat menyelesaikn permasalahan di lapangan dengan lancar dan mengalir begitu saja, walaupun sebenarnya telah disusun Sales Script-nya.

PT. Ayam Goreng Fatmawati Indonesia memandang perlu adany panduan mengenai hal ini, karena itu diperlukan tools yang efektif dan efisien untuk menyelesaikan negosiasi dan menutupnya dengan transaksi. Tools itu antara lain :

  • Product Knowledge, sebagai dasar pengetahuan mengenai produk dan jasa yang akan dijual.
  • Frequently Asked Question, sebagai short cut (jalan pintas) untuk menjawab pertanyaan customer, sehingga kita mempunyai jawaban atas pertanyaan yang belum ditanyakan customer.
  • Sales Script, untuk memperlancar komunikasi, meningkatkan nilai transaksi setiap kedatangan dan meningkatkan loyalitas customer.
Training Sales Script bagi seluruh karyawan restoran dan foodcourt Ayam Goreng Fatmawati telah dilaksanakan dengan sukses pada hari Rabu, 20 Mei 2009 di Ruang Training-Bantarjati, Kota Bogor.

SMS Center. +62 813 1917 8155

Demo Masak @ Bellanova Country Mall

Memasak memerlukan keahlian khusus untuk menghasilkan masakan yg bercitarasa tinggi. Karena itu, PT. Ayam Goreng Fatmawati Indonesia sebagai pemilik merek dagang sekaligus franchisor restoran dan foodcourt Ayam Goreng Fatmawati menganggap perlu berbagi tips dan cara pengolahan makanan yang baik, sehat sekaligus mengundang selera makan keluarga.

Bersyukur, atas kerjasama yang baik dari PT. AGFI dengan Bellanova Country Mall-Sentul dan PT. Sinar Sosro kami bisa berbagi ilmu, keterampilan memasak, tips dan trik dalam mengolah makanan dengan baik. Tepatnya hari Minggu, 10 Mei 2009, disaat masyarakat kebanyakan menikmati liburan dengan keluarga, kami bertekad untuk menjadi pengisi liburan tersebut.

Demo masak ini diselenggarakan di tempat yang tepat, karena lingkungan sekitar Bellanova adalah perumahan elit yang nota bene penghuninya hampir dapat dipastikan tidak memiliki banyak waktu untuk menyediakan masakannya sendiri. Tapi dengan “Memasak Asyik dan Praktis” ini, kami yakin mereka dapat memberikan sentuhan kehangatan pribadi ibu rumah tangga dalam setiap masakannya untuk keluarga.

Jika Anda berminat menyelenggarakan acara serupa, bisa undang kami untuk hadir di acara yang Bapak/Ibu selenggarakan. Hubungi 0251-8347 620 dengan Bpk. Firman untuk mengatur jadwal pelaksanaannya.


SMS Center. +62 813 1917 8155

08 Mei 2009

Antara Lapangan Volly, Kampus dan Ayam Goreng Fatmawati

Proliga adalah kompetisi bola voli profesional tahunan di Indonesia. Proliga pertama kali dilaksanakan pada tahun 2002 tepatnya dari tanggal 1 Februari sampai dengan 7 April 2002 dan digelar di lima kota yaitu: Jakarta, Bogor, Bandung, Yogyakarta dan Gresik. Dengan partai finalnya akan dilaksanakan di Jakarta, tepatnya Istora Gelora Bung Karno di kompleks olahraga Gelanggang Olahraga Bung Karno.
Peluncuran Proliga merupakan hasil terobosan Ibu Rita Subowo yang waktu itu menjabat sebagai Ketua Umum PP PBVSI. Beliau melihat adanya kemunduran bolavoli baik dari segi pembinaan, kompetisi, maupun prestasi, untuk itu perlu adanya kompetisi yang lebih profesional.
Melalui Kompetisi Bolavoli Profesional PROLIGA, Ibu Rita berharap popularitas bola voli yang semakin menurun di masyarakat akan menjadi bergairah kembali.
Muhammad Riviansyah, 25 tahun, seorang pemain volly nasional yang berada di bawah naungan Club B2B Sananta merupakan salah satu spiker facorit. Riviansyah berhasil membawa Sananta menjadi runner up pada Proliga 2009 yang lalu.
Selain sebagai atlit volly, Rivi juga merupakan mahasiswa Trisakti. Disela aktifitasnya sebagai atlit dan mahasiswa, Rivi sering menghabiskan waktu luangnya pergi ke food court di beberapa mall, hanya untuk ngopi atau hang out dengan teman-teman. Saat ditanya mengenai makanan favortnya, Rivi menjawab dia lebih sering makan masakan tradisional, terutama masakan sunda sayur asem dan ayam goreng di Ayam Goreng Fatmawati.
Masakan Ayam Goreng Fatmawati memang digemari oleh pada umumnya angota keluarga, mulai dari orang kantoran, ibu rumah tangga, wanita karier, pengusaha, penjaga toko, anak2 dan seterusnya. Dan kini, menu Ayam Goreng Fatmawati semakin bervariasi dengan diciptakannya menu-menu baru. Ayam Goreng Fatmawati, memang Terpercaya dalam Rasa.

Sumber : id.wikipedia.org, bolavoli.org, volimania.org
SMS Center. +62 813 1917 8155

02 Februari 2009

Promosi, sebuah kerharusan dalam berbisnis

Dalam bisnis restoran, pada umumnya terdapat empat kemungkinan perkembangan penjualan restoran.
  1. Booming pada awal beroperasi dan stabil pada omset tinggi setelah beroperasi cukup lama
  2. Booming pada awal beroperasi dan terjadi penurunan omset secara perlahan tapi pasti
  3. Tersendat pada pertama kali buka, namun makin membaik seiring waktu
  4. Tersendat pada pertama kali buka dan terus menurun seiring waktu.

Setiap pengusaha pasti menginginkan pilihan pertama terjadi pada setiap bisnis restorannya. Tentunya poin pertama hanya akan terjadi bilamana mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi berjalan dengan baik. Dengan kata lain, booming dan bertahan pada omset tinggi adalah kondisi ideal yang menjadi keinginan seluruh pengusaha. Namun, apa yang harus dilakukan untuk mencegah penurunan omset seperti pada point 2 dan 4, atau bahkan omset ingin ditingkatkan lagi seperti point 3? Selain harus melakukan cara-cara ini, bisa juga dengan melakukan promosi yang konsisten.

Karakter manusia pada dasarnya ingin semuanya serba cepat terlihat pengaruhnya. Tak heran jika obat herbal/jamu cenderung kurang diminati masyarakat hanya karena tidak mengakibatkan kesembuhan seketika seperti obat-obatan kimia. Begitu juga dalam berpromosi, banyak yang beranggapan melakukan promosi dalam waktu sebulan namun belum terlihat pengaruhnya merupakan suatu kegagalan berpromosi. Evaluasi memang mutlak diperlukan untuk mengukur efektifitas promosi, namun bukan berarti dalam jangka yang sangat pendek.

Kami sering mendapat keluhan dari beberapa rekanan yang program promosinya mereka nilai belum berhasil. Namun saat saya tanya, berapa lama anda melakukan promosi? Jawabannya cukup mengagetkan, "Dua Minggu". Untuk lokasi restoran di pusat perbelanjaan, sangat jarang orang berkunjung ke mall yang sama dalam waktu dua minggu. Bisa saja agenda customer berkunjung ke mall tersebut sebulan sekali, sehingga baru terlihat pengaruhnya bulan berikutnya, karena orang yang kita beri informasi tidak serta merta memutuskan langsung untuk kembali ke restoran yang sama saat menerima informasi mengenai restoran yang kita kelola.

Tips Promosi :

  1. Promosi harus konsisten, bagaimanapun kondisi restoran kita : ramai, sedang atau (apalagi) sepi, maka promosi harus tetap dijalankan.
  2. Ketahui apa yang diharapkan customer dari restoran kita, sehingga kita bisa berpromosi sesuai dengan apa yang mereka inginkan
  3. Kreatif berpromosi, temukan cara dan media yang unik
  4. Ketahui waktu-waktu restoran sepi (hari dan jam), lalu buat program untuk menarik orang pada waktu-waktu tersebut
  5. Jangan pernah ada kata puas, teruslah berpromosi sepanjang waktu
Kinanti Office, Hotel Salak The Heritage Lt. 2
Jl. Ir. H. Juanda No. 8 Bogor 16121
Tlp. +62 251-8347 620 Fax. +62 251-8347 608
Call Center & SMS. +62 251-4784 895
marketing@fatmawati.com www.fatmawati.com