Tampilkan postingan dengan label omset. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label omset. Tampilkan semua postingan

10 Februari 2009

Bagaimana Menilai Lokasi

Dalam bisnis restoran ada tiga faktor utama yang sangat menentukan keberhasilannya. Adalah LOKASI-LOKASI-LOKASI. Ya, memang benar. Dalam bisnis restoran, lokasi sangat memegang peran penting terhadap kesuksesan. Lalu muncul pertanyaan “Bukankah ‘Sate Klatak’ di Bantul-Jogjakarta lokasinya jauh dari strategis tapi bisa berhasil?” Memang, warung sate itu bisa berhasil. Namun, butuh berapa lama bagi mereka untuk mendapatkan pelanggan sebanyak saat ini? Atau, butuh berapa biaya promosi untuk memperkenalkannya kepada calon customer?
Lokasi yang strategis mempercepat proses pengenalan dan mengurangi budget promosi, tanpa mengurangi peluang untuk mencapai keberhasilan usaha. Jadi, jangan ambil resiko dengan bujukan marketing mall, pusat perbelanjaan, plaza, square, trade center dll yang menjanjikan bahwa lokasi tersebut bakal ramai pengunjung berbelanja. Selidiki developer dan pengelola pusat perbelanjaan tersebut, Duta Pertiwi, Lippo Group, Summarecon, Agung Sedayu adalah beberapa developer yang jika dilihat dari track record-nya bisa dikatakan baik dan berkomitmen untuk membuat pusat perbelanjaan yang terus ramai pengunjung. Lalu, lihatlah anchor tenant pusat perpelanjaan tersebut. Carrefour, Hypermart, Giant pada umumnya menjadi achor tenant di beberapa mall besar. Namun saat ini kita harus lebih jeli, karena Giant sudah merambah ke pinggiran dengan konsep seperti minimarket. Carrefour saat ini banyak mengembangkan Carrefour Express yang lebih kecil dari Carrefour hipermarket.
Pada umumnya tenant-tenant besar sekelas KFC, McDonalds, J.Co, BreadTalk dll masuk terlebih dahulu sebagai tenant mall. Lantas, apakah mal dimana salah satu space-nya ditawarkan ke kita telah berhasil menarik tenant-tenant besar tersebut. Jika KFC atau bahkan McDonals telah masuk di daftar tenant mereka, maka hampir dapat dipastikan mereka (KFC dan McDonalds) telah menilai lokasi tersebut sangat potensial untuk bisnis makanan. Trik seperti ini pula yang dijalankan oleh Alfamart dan Indomaret dalam penentuan kelayakan lokasi, sehingga saat ini hampir setiap kali kita menemui Alfamart, maka paling tidak dalam jarak 100 meter dari lokasi tersebut beroperasi juga Indomaret, atau sebaliknya. Keuntungannya, mengurangi biaya untuk survey pasar.
Pertimbangkan harga sewa. Dengan konsep makanan tradisional dengan persaingan harga yang ketat, maka margin dari setiap barang terjual tidak bisa lagi lebih dari 100 persen. Karena itu, kami merekomendasikan bahwa biaya sewa atau bagi hasil untuk sewa tempat tidak melebihi 20% dari perkiraan pendapatan per bulan. Dengan demikian, jika potensi konsumen tidak dapat memenuhinya, maka disarankan lokasi tersebut tidak diambil.
Lalu, menurut ActionCOACH yang diulas disini mengenai bagaimana cara meningkatkan profit, tetap harus dijalankan. Bagaimana caranya...? Tunggu edisi selanjutnya di Forum Franchisee Ayam Goreng Fatmawati.


Kinanti Office, Hotel Salak The Heritage Lt. 2
Jl. Ir. H. Juanda No. 8 Bogor 16121
Tlp. +62 251-8347 620 Fax. +62 251-8347 608
Call Center & SMS. +62 251-4784 895
marketing@fatmawati.com www.fatmawati.com

02 Februari 2009

Promosi, sebuah kerharusan dalam berbisnis

Dalam bisnis restoran, pada umumnya terdapat empat kemungkinan perkembangan penjualan restoran.
  1. Booming pada awal beroperasi dan stabil pada omset tinggi setelah beroperasi cukup lama
  2. Booming pada awal beroperasi dan terjadi penurunan omset secara perlahan tapi pasti
  3. Tersendat pada pertama kali buka, namun makin membaik seiring waktu
  4. Tersendat pada pertama kali buka dan terus menurun seiring waktu.

Setiap pengusaha pasti menginginkan pilihan pertama terjadi pada setiap bisnis restorannya. Tentunya poin pertama hanya akan terjadi bilamana mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi berjalan dengan baik. Dengan kata lain, booming dan bertahan pada omset tinggi adalah kondisi ideal yang menjadi keinginan seluruh pengusaha. Namun, apa yang harus dilakukan untuk mencegah penurunan omset seperti pada point 2 dan 4, atau bahkan omset ingin ditingkatkan lagi seperti point 3? Selain harus melakukan cara-cara ini, bisa juga dengan melakukan promosi yang konsisten.

Karakter manusia pada dasarnya ingin semuanya serba cepat terlihat pengaruhnya. Tak heran jika obat herbal/jamu cenderung kurang diminati masyarakat hanya karena tidak mengakibatkan kesembuhan seketika seperti obat-obatan kimia. Begitu juga dalam berpromosi, banyak yang beranggapan melakukan promosi dalam waktu sebulan namun belum terlihat pengaruhnya merupakan suatu kegagalan berpromosi. Evaluasi memang mutlak diperlukan untuk mengukur efektifitas promosi, namun bukan berarti dalam jangka yang sangat pendek.

Kami sering mendapat keluhan dari beberapa rekanan yang program promosinya mereka nilai belum berhasil. Namun saat saya tanya, berapa lama anda melakukan promosi? Jawabannya cukup mengagetkan, "Dua Minggu". Untuk lokasi restoran di pusat perbelanjaan, sangat jarang orang berkunjung ke mall yang sama dalam waktu dua minggu. Bisa saja agenda customer berkunjung ke mall tersebut sebulan sekali, sehingga baru terlihat pengaruhnya bulan berikutnya, karena orang yang kita beri informasi tidak serta merta memutuskan langsung untuk kembali ke restoran yang sama saat menerima informasi mengenai restoran yang kita kelola.

Tips Promosi :

  1. Promosi harus konsisten, bagaimanapun kondisi restoran kita : ramai, sedang atau (apalagi) sepi, maka promosi harus tetap dijalankan.
  2. Ketahui apa yang diharapkan customer dari restoran kita, sehingga kita bisa berpromosi sesuai dengan apa yang mereka inginkan
  3. Kreatif berpromosi, temukan cara dan media yang unik
  4. Ketahui waktu-waktu restoran sepi (hari dan jam), lalu buat program untuk menarik orang pada waktu-waktu tersebut
  5. Jangan pernah ada kata puas, teruslah berpromosi sepanjang waktu
Kinanti Office, Hotel Salak The Heritage Lt. 2
Jl. Ir. H. Juanda No. 8 Bogor 16121
Tlp. +62 251-8347 620 Fax. +62 251-8347 608
Call Center & SMS. +62 251-4784 895
marketing@fatmawati.com www.fatmawati.com