Jakarta.majalahfranchise.com (Jan 29, 2010) -Jejaring waralaba Ayam Goreng Fatmawati sudah mulai beralih mengembangkan konsep restoran setelah sebelumnya berhasil dengan konsep foodcourt. Konsep restoran dinilai bagus dari sisi branding dibandingkan foodcourt.
“Konsep restoran membuat konsumen lebih cepat mengenal brand Ayam Goreng Fatmawati ketimbang konsep foodcourt,” ujar Johan Wahyudi, S.TP, President Director PT Ayam Goreng Fatmawati Indonesia kepada majalah franchise.com hari ini.
Ia mencontohkan, foodcourt Ayam Goreng Fatmawati yang ada di tiga lokasi pusat perbelanjaan kota Bandung. “Belum banyak yang kenal, mungkin dengan konsep restoran akan lebih bagus brandingnya di kota Bandung,” lanjut dia.
Sejurus dengan pengembangan konsep restoran, konsep restoran Ayam Goreng Fatmawati hadir di kota Cirebon (07/01) di tepatnya di jalan Pemuda. Terbukti dengan konsep restoran, animo masyarakat Cirebon sangat besar terhadap kehadiran Ayam Goreng Fatmawati. (Alan Jehunat).
04 Maret 2010
Ayam Goreng Fatmawati : Konsep Restoran Bagus Buat Branding (dari majalah InfoFranchise)
Sinergi PT. AGFI dengan Franchisee
Franchise semestinya merupakan satu bentuk kerjasama yang saling mengisi antara satu pihak dengan pihak lainnya. Begitu juga yang dilakukan oleh PT. Ayam Goreng Fatmawati Indonesia bersama partnernya, franchisee Darmadji group yang mengelola 5 outlet di Jakarta-Bogor dan Rifa’i Trading Company (RTC) yang membawahi 9 cabang di Jakarta.
Darmadji group mendapat kendala saat sedang menikmati tinggi-nya omset di foodcourt salah satu pusat perbelanjaan paling strategis di pusat kota Bogor. Saat itu management mall memutuskan untuk merelokasi foodcourt dari basement ke lt. 2, dimana disana terdapat tenant-tenant baru, termasuk salah XXI.
Bulan pertama kepindahan omset menurun, setelah diobservasi, ternyata bukan hanya kepindahan lokasi foodcourt yang menyebabkan menurunnya penjualan. Setelah melakukan meeting di bulan Oktober 2009, kami sepakat PT. AGFI menenpatkan beberapa anggota tim untuk memeperbaiki seluruh permasalahan di central kitchen, pengiriman barang, kualitas bahan baku, service di outlet dan sales script yang mumpuni.
Hasilnya, dalam dua bulan program pendampingan ulang tercatat seluruh outlet mengalami kenaikkan omset. Bahkan salah satu diantaranya naik sampai dengan 19% hanya dalam waktu dua bulan. Ini menandakan bahwa SOP yang diberlakukan memang terbukti berhasil jika diterapkan secara menyeluruh.
Lain outlet Pak Darmadji, lain pula permasalahannya dengan pengelolaan AGF dibawah RTC group. Kerjasama semakin terasa solid karena pada saat tim Quality Control menemukan masalah di salah satu cabang dibawah pengelolaan RTC, kemudian tim QC melaporkan dan mengomentari hasil supervisi tersebut kepada supervisor yang sedang bertugas. Baiknya komunikasi antara seluruh jajaran PT. AGFI dengan RTC menjadikan informasi itu langsung sampai kepada pemilik RTC, Ibu Yenti.
Mekanisme seperti inilah yang kerap dijalankan PT. AGFI dalam menyelesaikan permasaahan di lapangan. Baik buruknya Ayam Goreng Fatmawati ditentukan oleh seluruh stakeholders, termasuk pelanggan kami yang tercinta. Tak jarang keluhan disampaikan oleh customer loyal langsung kepada karyawan di lapangan maupun ke kantor pusat.
Meeting management PT. AGFI bersama RTC-pun digelar akhir Desember 2009 lalu. Layaknya pansus angket century yang gencar mencari permasalahan sebenarnya untuk mendapatkan solusi, pertemuan berlangsung hangat. Bahkan Ibu Yenti bersama tim management RTC membawa serta koordinator outlet dan cook-nya untuk menjelaskan dan mendapatkan penyelesaian yang tepat. Bedanya pansus angket century dengan meeting management PT. AGFI dengan RTC adalah, tak sedikitpun aroma politik dalam meeting kami saat itu.
Akhirnya, permasalahanpun mendapatkan beberapa alternatif solusi yang akan kami jalankan bersama paling tidak dalam dua bulan kedepan sebagai mekanisme kontrol.
SMS Center. +62 813 1917 8155Ayam Goreng Fatmawati Hadir di Cirebon
Kota Cirebon adalah sebuah kota mandiri terbesar kedua di Provinsi Jawa Barat, setelah ibukota Jawa barat, yakni Kota Bandung. Kota ini berada di pesisir Laut Jawa, di jalur pantura. Jalur Pantura Jakarta – Cirebon – Semarang merupakan jalur terpadat di Indonesia. Kota Cirebon juga adalah kota terbesar keempat di wilayah Pantura setelah Jakarta, Surabaya, dan Semarang.
Karena letaknya yang sangat strategis yakni di persimpangan antara Jakarta, Bandung, dan Semarang, menjadikan kota cirebon sangat cocok dan potensial untuk berinvestasi dalam segala bidang investasi seperti hotel, rumah makan, pusat perbelanjaan baru, pendidikan. Sehingga Kota Cirebon merupakan pilihan yang sangat tepat untuk berinvestasi. Dengan didukung oleh kegiatan ekonomi yang baik dan terpadu menjadikan Kota Cirebon berkembang menjadi Kota METROPOLITAN ketiga di Jawa Barat setelah metropolitan BoDeBeK( Bogor, Depok, Bekasi) yang merupakan hinterland / kota penyangga bagi ibukota Jakarta dan Metropolitan Bandung.
Kota Cirebon merupakan pusat bisnis, Industri, dan jasa di wilayah Jawa Barat bagian timur dan utara. Banyak sekali Industri baik skala kecil, menengah, dan besar menanamkan modalnya di kota wali, Cirebon. Dengan didukung oleh banyaknya orang – orang yang bekerja, beraktifitas dan menuntut ilmu di Kota Cirebon, sekitar kurang lebih 1 juta orang, Menjadikan kota Cirebon lebih hidup. Pembangunan di Kota Cirebon juga menggeliat dan menunjukkan respons positif, hal ini terbukti dengan banyaknya bangunan – bangunan besar dan tinggi yang berada di jalan – jalan utama kota Cirebon. (wikipedia.org)
Tepat hari Kamis, 7 Januari 2010, Ayam Goreng Fatmawati resmi dibuka di kota bersejarah ini. Tak hanya bersejarah bagi perkembangan kehidupan berbangsa dengan didirikannya kerajaan Cirebon, namun juga kota ini adalah kota kelahiran Ibu Fatmawati founder Restoran Ayam Goreng Fatmawati.
Ayam Goreng Fatmawati cabang Cirebon dibuka di Jl. Pemuda No. 49, jalan yang sangat padat dengan perkantoran berbagai instansi pemerintah maupun swasta, sehingga diharapkan Ayam Goreng Fatmawati dapat menjadi salah satu alternatif kuliner yang dapat diandalkan untuk memenuhi selera makan warga Cirebon.
Menempati sebuah rumah yang dirombak, namun tetap tidak menghilangkan suasana makan di rumah sendiri. Dilengkapi dengan lesehan dan mushola, Ayam Goreng Fatmawati cabang Cirebon menjadi tempat yang pas untuk menghabiskan waktu makan malam bersama keluarga, rekan kerja atau sekedar bercengkrama dengan teman-teman.
Bagi yang mendambakan makan masakan Ayam Goreng Fatmawati di rumah sendiri atau tidak ada waktu untuk meninggalkan meja kerja, tinggal dial 0231-246236 untuk delivery service.
SMS Center. +62 813 1917 8155Discount Khusus Bagi Pemegang Kartu CSC
Dengan cukup menunjukkan reply sms dan kartu Columbia Star Club (CSC) saat melakukan transaksi, maka konsumen bisa mendapatkan potongan harga sebesar 10% mulai tanggal 10 Agustus 2009 s/d 10 Januari 2010.
Caranya :
- Ketik sms : CLB (spasi) No kartu CSc (spasi) Nama Merchant
Contoh : CLB 1234567890 Ayam Goreng fatmawati - Kirim sms ke 3949
- Tarif Rp. 1.000/sms
- SMS berlaku pada hari yang sama untuk 1x kunjungan
- Tunjukkan reply sms & kartu CSC saat melakukan transaksi
Berikut lokasi kota-kota restaurant Ayam Goreng Fatmawati : Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Cilegon, Bogor, Cibinong, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Batam, Bali, Aceh, Bengkulu, Pontianak dan Malaysia.
Untuk keterangan lebih lanjut hubungi :
Divisi Customer Care Columbia
E-mail : customer.care@columbia.co.id
Contact center : 021-633.9999
Website : www.columbia.co.id
AGF Hadir di Sentani-Papua
KOTA Sentani sebagai Ibukota Kabupaten Jayapura beberapa tahun terakhir ini menunjukan, pertumbuhan yang sangat pesat. Selain pertumbuhan penduduknya, perkembangan usaha ekonomi dan kepercayaan investor untuk mengembangkan usaha di Kota Sentani juga meningkat cukup tajam. Hal ini ditunjukan dengan banyaknya ruko, dan satu mall terbesar besar Sentani City Square (SCS), yang bisa dikatakan lebih besar dari mall-mall yang ada di Ibukota Provinsi Papua, Kota Jayapura. Sejumlah usaha dan produk branded atau bermerk yang biasa ada kota-kota besar di Jawa, saat ini juga sudah mudah untuk di dapati di Kota Sentani. Masyarakat Papua, khususnya kota Jayapura, tak perlu jauh-jauh ke Jawa, hanya untuk membeli satu produk tertentu, karena hampir semua sudah bisa ditemukan di Sentani (Radar Timika).
Setelah membuka cabang di Nangroe Aceh Darussalam, Bengkulu, Pontianak, Bali, Restoran Ayam Goreng Fatmawati (AGF) mengukuhkan diri sebagai restoran franchise yang bercita-cita dapat melayani seluruh masayarakat Indonesia dimanapun berada. Saat ini memang tak hanya penduduk Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Bandung, Jogjakarta, Semarang, Surabaya dan kota-kota tersebut di atas. AGF kini hadir di Sentani City Square untuk melengkapi alternatif kuliner di Papua, terutama di Sentani dan sekitarnya. AGF hadir dengan pilihan menu masakan tradisional dengan cita rasa dan kualitas service standard service excellent.
Interior, furniture, lighting dan layout-pun kami design khusus untuk masyarakat Papua yang heterogen, mulai dari penduduk asli, pendatang dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan ekspatriat yang merupakan professional di beberapa perusahaan besar di Papua dapat dengan nyaman menikmati menu-menu special AGF di Sentani City Square.
Kami berkeyakinan bahwa AGF dapat diterima dengan baik di Sentani. Karena itu, selain melayani konsumen yang datang langsung ke lokasi restoran, kami juga melayani jasa delivery order lewat nomor telpon ?0967-593 261. Jadi, jangan khawatir jika kesibukan di kantor tidak bisa ditinggalkan sementara, lantas kesempatan menikmati menu-menu AGF terlewatkan. Tinggal angkat telpon, sebutkan pesanan Anda, lalu kamipun meluncur ke lokasi untuk mengantarkan pesanan Anda.
SMS Center. +62 813 1917 8155